__________________________________________________________________________________

| Nawawi | Aqeedah | Fiqh | Anti Syirik | Galeri Buku | Galeri MP3 | U-VideOo |
__________________________________________________________________________________

Monday, December 22, 2014

Lebih Dari 30 Fatwa Ulama Tentang Hukum Nyanyian dan Muzik

Himpunan Lebih Dari 30 Fatwa Ulama Ahlus Sunnah wal-Jama’ah Tentang Nyanyian dan Muzik


Tulisan ini adalah kesinambungan dari beberapa siri artikel terdahulu. Artikel sebelumnya dengan judul, “Antara Nyanyian dan Melagukan Al-Qur’an.”

Setelah kita memahami dalil-dalil yang menunjukkan pengharaman nyanyi-nyanyian dan muzik dari Al-Qur’an dan hadis-hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, berikut kita lihat pula nasihat-nasihat, peringatan, fatwa-fatwa, dan penegasan pengharamannya berdasarkan perkataan para ulama ahlus sunnah wal-jama’ah.

Ikuti artikel lengkap di website baru kami, http://www.ilmusunnah.com/?p=10832

Waspada Dajjal Berjubah Agama!

Waspada Dajjal Berjubah Agama!

Abu Numair
www.ilmusunnah.com

Apa jua khabar atau hadis yang disandarkan kepada Nabi Muhammad ﷺ tidak boleh sewenang-wenangnya diterima tanpa terlebih dahulu dipastikan status keabsahannya. Ini adalah bagi mengelakkan menyandarkan sesuatu kepada Nabi dengan cara syak, salah, dusta, atau bohong. Ini kerana setiap apa yang datang daripada Nabi itu mempunyai kedudukan yang membawa maksud agama sama ada dari aspek aqidah, tauhid, hukum-hakam, akhlak, mu’amalah, dan sebagainya.

Dari itu, siapapun di antara kita tidak boleh sesuka hati mengatakan sesuatu atas nama Nabi tanpa melalui kaedah dan syarat yang benar.

Nabi ﷺ pernah mengingatkan:

إِنَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

“Sesungguhnya berdusta ke atas namaku tidaklah sama dengan berdusta menggunakan nama orang lain. Maka sesiapa yang berdusta ke atasku dengan sengaja, bersiap-sedialah dengan tempat duduknya di neraka.” (Shahih Al-Bukhari, no. 1291)

Ikuti artikel penuh di website baru kami, http://www.ilmusunnah.com/?p=10926

Larangan Hadir Dalam Acara Pengurusan Mayit Kaum Kafir

Larangan Hadir Dalam Acara Pengurusan Mayit Kaum Kafir

Fatwa Barisan Ulama Besar Arab Saudi
Fatwa Al-Lajnah Ad-Daa’imah Lil Buhuts wal iftaa’
www.ilmusunnah.com

السؤال الثالث من الفتوى رقم 2612

Soalan ke-3 dari fatwa no. 2612:

س: ما حكم الله في حضور جنائز الكفار، الذي أصبح تقليدًا سياسيًّا وعرفًا متفقًا عليه؟
 
الجزء رقم : 9، الصفحة رقم: 11

Soalan: “Apa hukum Allah pada menghadiri pengurusan jenazah kaum kafir yang pada hari ini telah menjadi suatu tradisi politik dan kebiasaan masyarakat?”

Dapatkan jawaban dan kupasannya di website baru kami, http://www.ilmusunnah.com/?p=10973

Fatwa Ulama; Hukum Menjual Air Jampi

Fatwa Ulama; Hukum Menjual Air Jampi

Fatwa Ulama Besar ‘Arab Saudi
Al-Lajnah Ad-Daa-imah wal Iftaa’
www.ilmusunnah.com

الفتوى رقم: 20361

Al-Fatwa no: 20361, (Tarikh: 1/8/1418H).

س 1: القراءة على ماء فيه زعفران، ثم غمس الأوراق فيه، ثم تجفيفها، ثم حلها بعد ذلك بماء، ثم شربها

Soalan 1: (Bolehkah) membaca ruqyah (jampi atau ayat-ayat Al-Qur’an) pada air za’faran, kemudian beberapa kertas dicelupkan ke dalamnya, lalu dikeringkan, kemudian dicampurkan dengan air, lalu air tersebut diminum?

Ikuti jawaban dan fatwa lengkap di website baru kami, http://www.ilmusunnah.com/?p=11079

Penilaian Syaikh Muqbil Terhadap Sekolah-sekolah Umum

Penilaian Syaikh Muqbil Terhadap Sekolah-sekolah Umum

Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah
Ijaabatussaa-il ‘ala Ahammil Masaa-il
www.ilmusunnah.com

Soalan no. 138:

“Sebahagian besar kaum muslimin pada zaman ini, bahkan yang telah iltizam (dengan sunnah) telah menghantar anak-anak mereka ke sekolah-sekolah kerajaan (sekolah harian, atau sekolah umum – pent.) yang di dalamnya mengandungi banyak kemungkaran, di antaranya seperti berdiri menghormati bendera, mendengar nyanyi-nyanyian serta mempelajarinya, juga belajar melukis (makhluk bernyawa – pent.). Malah sebahagian guru tenaga pengajar pendidikan Islam tidak melaksanakan solat, merokok pula, mengeluarkan pendapat-pendapat dengan menghalalkan apa yang Allah haramkan, sedangkan mereka merupakan teladan di sekolah-sekolah tersebut.

Selain itu, jika engkau memperkatakan tentang kemungkaran-kemungkaran ini walau di hadapan orang yang telah iltizam (dengan sunnah)  sekalipun, dia akan menjawab, “Adakah kalian mengharamkan ilmu? Jadi, apa yang akan kita lakukan untuk anak-anak kita? Sedangkan sekolah-sekolah ini juga menghasilkan banyak kebaikan yang mengatasi keburukannya.”

Mereka memberi contoh dengan sebahagian pelajarnya yang telah mendapat gelar Doktor dalam bidang syari’at, apa sanggahan yang tepat bagi mereka, dan adakah benar dengan tidak menghantar anak-anak ke sekolah-sekolah tersebut akan menimbulkan banyak mafsadat (keburukan)?”

Ikuti jawaban dan kupasannya di website baru kami, http://www.ilmusunnah.com/?p=11182